Pendahuluan
Organisasi Profesi Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) dilahirkan sebagai salah satu jawaban dalam menghadapi tantangan semakin banyaknya rakyat Indonesia yang menderita penyakit kanker dalam darah.
Perkembangan di dunia saat ini telah terjadi pergeseran pola penyakit dan penyebab kematian dari penyakit infeksi ke penyakit non infeksi. Transisi epidemiologi ini juga terjadi di negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi kanker di Indonesia saat ini adalah 4,3 per 1.000 penduduk dan menjadi penyebab kematian nomor tujuh (5,7%) dari seluruh penyebab kematian di Indonesia.
Kontribusi dokter HOM yang bernaung di bawah organisasi PERHOMPEDIN amat dibutuhkan untuk membantu pemerintah dan rakyat Indonesia dalam penanggulangan kanker.
Walaupun masih berusia muda, kelahiran organisasi profesi PERHOMPEDIN pada tanggal 14 Maret 2011 diharapkan dapat berperan besar dalam membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk terbebas dari penyakit kanker.
Sejarah Terbentuknya Organisasi PERHOMPEDIN
- Keputusan Kongres PAPDI X di Padang (23–27 Juni 1996) menetapkan Hematologi–Onkologi Medik sebagai konsultan.
- Usulan perubahan subspesialis Hematologi menjadi Hematologi–Onkologi Medik (PB PAPDI, 2 Februari 2000).
- Pemberian Brevet Konsultan KHOM pertama pada tahun 2001 kepada 15 Sp.PD-KHOM.
- Pembentukan Bakornas Hompedin tahun 2002 di bawah PHTDI.
- Pengakuan pendidikan KHOM oleh Kolegium Ilmu Penyakit Dalam (2006–2007).
- Persiapan pembentukan PERHOMPEDIN (Juni 2010).
- Peresmian PERHOMPEDIN pada 27 November 2010 di Jakarta.
- Pengangkatan pengurus pertama PERHOMPEDIN (16 Februari 2011).
- Pengesahan notaris PERHOMPEDIN pada 14 Maret 2011.
- Pengesahan Kemenkumham RI pada 22 Desember 2011.
- Kongres Nasional I PERHOMPEDIN (2–5 Februari 2012).
- Pengesahan sebagai organisasi profesi pada Muktamar IDI (2012).
- Peresmian 14 cabang PERHOMPEDIN di Indonesia (8 Mei 2013).
| No | Cabang PERHOMPEDIN | Ketua |
|---|---|---|
| 1 | Medan | Dr. Dairion Gatot, Sp.PD, KHOM |
| 2 | Padang | Prof. Dr. Nuzirwan Acang, Sp.PD, KHOM |
| 3 | Palembang | Dr. Mediarty Syahrir, Sp.PD, KHOM |
| 4 | Bandung | Dr. Trinugroho Heri Fadjari, Sp.PD, KHOM |
| 5 | DKI Jakarta | Dr. Ronald A. Hukom, MHSc, Sp.PD, KHOM |
| 6 | Yogyakarta | Dr. Johan Kurnianda, Sp.PD, KHOM |
| 7 | Semarang | Prof. Dr. Soeharti Catharina, SpPD, KHOM, PhD, FINASIM |
| 8 | Surakarta | Dr. Suradi Maryono, Sp.PD, KHOM |
| 9 | Malang | Dr. Budi Darmawan Machsoos, Sp.PD, KHOM |
| 10 | Surabaya | Prof. DR. Dr. Ami Ashariati, Sp.PD, KHOM |
| 11 | Denpasar | Prof. DR. Dr. I. Made Bakta, Sp.PD, KHOM |
| 12 | Banjarmasin | Dr. Muhammad Darwin Prenggono, Sp.PD, KHOM |
| 13 | Manado | Prof. Dr. Linda Rotty, Sp.PD, KHOM |
| 14 | Makassar | DR. Dr. Andi Fachrudin Benyamin, Sp.PD, KHOM |